Asri Muliyandra
17 January 2026
Berita
SMAN 3 Bukittinggi â
Dalam rangka mengisi waktu serta meningkatkan pembinaan keagamaan siswa dan
siswi, SMA Negeri 3 Bukittinggi kembali melaksanakan kegiatan wirid perdana
pada tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (17/01/2026) dan
menghadirkan penceramah Ustaz Dr. Awaluddin, M.A. dari UIN Bukittinggi.
Wirid kali ini
mengangkat tema âImplementasi Peringatan Israâ Miâraj dalam Kehidupan
Sehari-hari.â Kegiatan diawali dengan arahan dari Bapak Hendra Kariman, S.Pd.,
kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Bapak Arwan Dermawan. Setelah itu,
acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiah oleh penceramah.
Dalam tausiahnya,
Ustaz Dr. Awaluddin, M.A. menyampaikan bahwa peristiwa Israâ Miâraj memiliki
tiga dimensi penting, yaitu pembentukan dan penguatan iman, pembinaan moralitas
dan sikap (attitude) manusia, serta peningkatan kecerdasan ilmu pengetahuan. Beliau
menegaskan bahwa implementasi Israâ Miâraj dalam kehidupan sehari-hari adalah
dengan menguatkan keimanan kepada Allah Swt. melalui penerapan akhlakul
karimah.
Beliau menjelaskan
bahwa dari keimanan yang kuat akan lahir moral dan akhlak yang baik. Akhlak
merupakan tolok ukur utama, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah
Swt. Sebagai contoh, beliau mempertanyakan kepada siswa apakah mereka lebih
menyukai orang yang cerdas tetapi pembohong atau pengkhianat. Dari contoh
tersebut, beliau menegaskan bahwa kecerdasan bukanlah ukuran utama, melainkan
akhlak.
Selanjutnya, beliau
menyampaikan bahwa proses Israâ Miâraj juga dapat dipahami sebagai bukti
keagungan ilmu dan kekuasaan Allah Swt. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa
Allah Maha Kuasa dan Maha Cerdas. Dalam Q.S. Yasin disebutkan bahwa
mengelilingi alam semesta dengan kecepatan cahaya membutuhkan waktu sekitar 122
juta tahun kecepatan cahaya, namun Rasulullah saw. dapat menembusnya hanya
dalam waktu sepertiga malam atas kehendak Allah Swt.
Pada bagian
selanjutnya, Ustaz Dr. Awaluddin menekankan bahwa poin penting dalam kehidupan
seorang muslim adalah menjaga salat. Dalam kondisi dan di mana pun berada,
salat harus tetap dilaksanakan karena salat berfungsi untuk menjauhkan diri
dari perbuatan keji dan mungkar. Poin kedua yang disampaikan adalah pentingnya
disiplin, khususnya dalam melaksanakan salat tepat waktu. Poin ketiga adalah
bersungguh-sungguh dalam menjalankan segala perintah yang telah ditetapkan.
Di akhir
tausiahnya, beliau berpesan agar seluruh siswa senantiasa menjaga salat,
menjaga akhlak, dan menjaga perilaku. Dengan menjalankan perintah Allah Swt.
dengan baik, maka cita-cita akan lebih mudah diraih. Beliau juga menegaskan
bahwa tidak ada batasan dalam menuntut ilmu serta mengingatkan agar tidak
menjadi pribadi yang sombong. Kegiatan wirid kemudian ditutup dengan doa
bersama.